Moes Jum
Male
mBogor


Sodara-sodara sekaliyan ....
Ini bukan hal penting untuk diliyat dan dijadiken referensi.
Ini cuman upaya ikut-ikutan saja seperti layaknya wong Indonesahh


   




Locations of visitors to this page




Sampeyan wong ndeso? Gak peduli dibilang "norak"? Kampungan? Atau males dan gak bisa beradaptasi sama modernitas dan rutinitas Jakartee? Monggo jangan sungkan2 untuk ndobos dan cangkruk gratisan di BUNDERAN HA-I setiap Jemuah malem (kalo gak hujan).

Aku iki wong Jowo sing berdomisili di Kota mBogor nan Indah Permei. Memang sekarang kota ini kurang nyaman. Mangka dari itu, aku dan konco-kancaku nyoba urun waktu dan tenaga supaya mBogor lebih indah dan nyaman. Diawali dengan mulung sampah di Kali Ciliwung setiap hari Sabtu. Sampeyan tertarik ikutan? Monggo sampeyan "klik" gambar berikut:





Blog ini tidak muncul mak jegagik begitu saja. Waktu mbuatnya aku banyak nyontek dan njiplak punya orang lain supaya tetep jadi "blog palsu" dan tidak berguna. Berikut beberapa yang sering diintip dan (tentu saja) dijiplak:

ANAKPERI KULAK BOROK
BAHTIAR THOK
BALIBUL
BANG PI'I
BERANGBERANG
BLANTHIK AYU
DINDA JOU
E-JHONSKI PANDIRAN GETEK
E-NDIKS
EVI
HEDI THOK
IPOEL_BANGSARI
ITOK
JAWA KULON
KABOER KANGINAN
KOEAING!
KOTA HUJAN
MENTHIL SUMENTHOK
MIKOW
NDORO SETEN
NDOBOSPOL
NENG JENI
NOTHING (WAHYU)
PAMAN TYO
PECASNDAHE
PINKINA
PITIK
JAWA KULON
TIKA BANGET
TITO KOMIK
TJILIWOENG DREAMS
YUSWAE










If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Saturday, August 19, 2006
Bis Favorit-mu apa?

Ini critanya mau nglanjutin persuwalan hobi masa kecil sebagai anak terminal. Para sedherek tau ndhak kalo bagiku tidak semua angkutan massal kayak bis itu layak dan asik untuk dijadikan kegemaran. Tau sendiri kan banyak banget yang namanya bis kondisinya sudah menjelang ajal -- bobrok terus, sering mogok, asap knalpotnya penuh dengan B3 (bahan berbahaya beracun), kotor dan tidak terawat, serta fasilitas pelayanannya rendah. Naah ... berhubung aku pernah nyantrik di terminal dan belajar soal per-bis-an, aku mau sedikit nyumbang pendapat tentang bis-bis yang layak jadi favorit. Tentu saja ini hanya berlaku buwat sampeyan2 yang memang gemar naik bis, bukan yang hanya gemar naik sepur atau pesawat. Tapi bisa juga ding utk sampeyan2 yang dalam kondisi terpaksa harus naik bis ... hehehe Big Smile

Pertama kali, hal paling penting dalam pemilihan bis ini adalah mabuk darat dan gimana mengatasinya. Kalo orang itu mabukan alias gampang puyeng terus mau muntah saat naik bis, maka apa pun jenis dan fasilitas bisnya tidak akan ada artinya. Kalo dasarnya mau muntah, ada AC atau tidak gak ada pengaruhnya. Semuanya akan sama saja. Jadi pastikan dulu bahwa sampeyan2 gak mabukan. Kalopun sampeyan punya kecenderungan utk mabuk, atau terpaksa harus naik bis, maka ada 4 langkah yang harus diambil:

  1. Usahakan sekerasnya utk tdk duduk atau berada di bagian belakang. Tempat paling aman (buwat orang yg mabukan) itu berada di deretan kursi depan. Pandangan mata harus bisa bebas liat ke kaca depan dan jalanan di depan. Sehingga sampeyan bisa (pura2) merasakan ikut nyetir bis itu. Tapi ingat, jangan sampe sampeyan justru duduk persis di samping sopir sambil ikut2an megang setir beneran. Soale itu sama dengan menganggu jalannya bis, karena sampeyan sama saja rebutan setir.
  2. Kalo sampeyan tidak dapet tempat duduk di depan, maka sampeyan usahakan untuk duduk di deret2 awal. Semakin ke belakang semakin gampang pusing. Tapi penting juga untuk diingat bahwa sampeyan duduknya jangan menghadap ke belakang yaa! Nanti sampeyan dikira mau main ceki dengan penumpang lain di dalam bis.
  3. Cara moderen utk mengatasi mabuk dalam perjalanan adalah dengan menguntal pil anti mabuk yag terpercaya. Setauku gak banyak merek pil ini, dan yang paling umum adalah yang sudah dikenal iklannya lewat lagu ... "Antimo, obat anti mabuk. Mabuk darat laut dan udara. Minumlah sebelum bepergian. Antimo, menyenangkan perjalanan anda ...."
  4. Nahh sing terakhir ... kalo sampeyan gak sempet nguntal antimo, dan gak bisa melakukan usaha2 di atas, maka yang harus dilakukan adalah minum obat tidur atau berusaha beraktivitas fisik berlebihan sebelum naik bis. Maksudnya tentu saja supaya sampeyan bisa langsung micek atau tidur terus di bis. Jarene koncoku sesama pengamat bis, orang2 yang micek punya resiko yang lebih sedikit terkena mabuk kendaraan.

Sekarang kalo sampeyan semua sudah melewati tahap pertama di atas, maka sampeyan akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu kedua. Di tahap ini sampeyan harus bisa milih bis apa yang paling asik, top, enak tunggangannya, dan sip pelayanannya. Untuk yang ini sebenernya sangat personal sekali, karena disesuaikan dengan kesenangan masing2. Contonya begini, orang yang berjiwa muda atau yang asalnya dari daerah Jawa Timur-an atau Sumatera Utara, biasanya cenderung untuk milih bis yang performa jalannya paling stabil, kenceng, dan raja jalanan. Sementara untuk orang2 tuwek, atau gak biasa naik bis, mereka cenderung milih bis yang jalannya kemayu, anggun, sopan dan tidak ugal2an di jalan. Jadi tinggal milih ... sampeyan masuk golongane bis kenceng atau bis yang sopan untuk favorit sampeyan???

Kalo bagi-ku dhewe, bis yang jadi favorit ini biasanya adalah gabungan dari kenceng but safety dan pelayanannya baik. Berikut beberapa bis favorit-ku sesuai dengan trayeknya dari Bogor/Jakarta:

  • Jurusan Surabaya, Malang, Probolinggo, Jember sampe Denpasar dan Mataram, biasane pilihanku jatuh pada bis Lorena. Bis ini base-nya di Bogor (tepatnya di daerah Tajur, Ciawi). Dia punya saudara kembar yang namanya Ryanta Mitra Karina yang melayani jurusan serupa.
  • Jurusan Madiun dan Kediri, kalo gak pake Lorena, maka aku cenderung milih Harapan Jaya yang berbasis di Tulungagung. Bis ini termasuk top markotob, selain karena kencengnya yang safety, makananya enak, juga para sopirnya pada pake pakaian rapi (setelan jas dan dasi).
  • Jurusan Yogyakarta pilihanku pada bis Santoso yang berbasis di Magelang. Bis ini sebenarnya biasa2 saja, tapi yang hebat adalah ketepatan waktunya serta harganya yang relatif murah. Jalur yang dipergunakan pun agak berbeda dengan umumnya bis jurusan Yogya yang melalui Semarang. Santoso selalu menggunakan jalur alternatif Temanggung - Weleri yang jalannya berliku dan motong punggung bukit.
  • Jurusan Palembang dan Jambi, pilihanku masih pada Lorena karena pilihan lainnya cenderung tidak bisa diandalkan safety, pelayanan, dan harganya.
  • Jurusan Bandarlampung, pilihanku kembali ke selera cinta perusahaan negara. Aku cenderung milih DAMRI yang merupakan perusahaan bis satu2nya milik negara.
  • Kalo mau ke daerah Tasik, Garut, Ciamis atau Pangandaran, maka aku biasane cenderung untuk milih Budiman. Biarpun kata ibu ini Budiman pernah kasih pengalaman buruk, bagiku ini adalah perusahaan bis yang paling hebat di Tatar Sunda. Namanya aja lucu ... Budiman.
  • Untuk jalur padat Surabaya - Solo/Yogya, aku akan milih Eka atau Sumber Kencono, ini tiada lain karena aku masih punya jiwa muda jadi senenge bis sing ngebut .... hehehe.
  • Untuk jalur bagian timur di Jatim, aku milih bis Akas atau Mila Sejahtera. Dua nama bis yang berbasis di Probolinggo ini menurut cerita konco-ku berada di satu pemilik. Aku lupa lagi namanya, tapi beliau katanya seorang Haji berdarah Meduro. Pak Haji ini bisnya buanyaak sekali lho .... Kalo gak percaya coba aja sampeyan main2 ke daerah Meduro, Surabaya-Jember, Banyuwangi dsk. Pasti kalo gak ketemu bis Akas, maka sampeyan ketemunya Mila Sejahtera. Konon, kata Mila dalam nama Mila Sejahtera itu adalah akronim dari "Milih Akas".

Jadi begitu para sedherek sedikit pengetahuanku soal per-bis-an. Mudah2an dengan crito ini para sedherek ada yang juga gemar bis dan bisa crito soal pengalaman pake bis favoritnya. Gimana?

Gambar2 yang ada dijupuk dari sini dan dari website asline Lorena-Karina


Posted at Saturday, August 19, 2006 by Moes Jum

junir
January 21, 2007   09:51 AM PST
 
Saya mah suka naik bis kot damri yang merci 0306 , di bandung mah umur bis udah tua dan knalpot hideung , tapi masih jadi andalan
gandrik
August 23, 2006   06:18 PM PDT
 
aku paling seneng numpak bis Baker - jogja - kaliurang...
nengjeni
August 22, 2006   12:14 PM PDT
 
Kalo naik bus dalam kota, selalu milih nyelip di belakang supir ato di deket pintu depan, biar gampang keluar kalo udah mulai mabok :-D
aku
August 21, 2006   11:21 PM PDT
 
aku cegek ambek lorena.kuapok! ibuku wingi jakarta-sby hampir 24 jam. tiap agen kecil mandeg,alasane njupuk penumpang.istirahat makan di tuban sampe 2 jam.iku mangan coro opooo,ngono lho. ngguapleki tenan. wis gak lorena2an. kapok!!
tifoso
August 21, 2006   11:19 AM PDT
 
kalau saya... lagi-lagi rosalia indah... :( ampe bosen... :(
Merah
August 19, 2006   11:33 PM PDT
 
Aha. Oi pare. Of course I remember. It remains one of the most painful frustrations of my life -- so neeeeeaaaaaaar and yet so far. How can anyone forget that Bintang Zero??!??! It was really ZERO!!!!! I hope you're well. I miss BB's in Jak. Actually, I just miss Jak. Period.

Stay well; still plenty of assholes out there to feed to the sharks ...
Mbilung
August 19, 2006   10:06 AM PDT
 
Ono Jum bis sing kalo ditumpaki ora bakal mabuk ... bis surat! tapi sing nunggang bis surat kui biasane yo wong mabuk yo?
Hedi
August 19, 2006   02:20 AM PDT
 
hehehe bis favoritku ada fotonya :D
tp aku baru tahu ternyata lorena punya web ya
btw, bis AKAP jarak jauh sekarang ini merana, solar mahal, penumpang sedikit...habis harga tiket nyaris sama dg pesawat.
 

Share |


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry