Wis suwe rasane aku
gak pernah diingatkan
kanggo mengkaji
awakku dhewe. Opo karepe jal? Tentu maksudnya soal sejauh mana kita memahami diri kita secara badaniah maupun rohaniah.
Wiiih jero banget yoo? Kesannya ini adalah sebuah upaya yang berkaitan dengan upaya
"ngrogoh sukma". Sebuah kemampuan
sing biasanya dimiliki oleh
wong2 yang sering zikir dan rajin ibadah.
Kalo gak gitu yoo para pendekar di cerita2 silat.
Tapi aku barusan justru
dapet sebuah pencerahan baru
soko koncoku yang bukan kyai, pendeta, apalagi pendekar silat atau kungfu.
Dheweke itu
cuman wong biasa yang bahkan cenderung lebih sering melakukan hal-hal yang dijauhi oleh orang-orang beriman.
Kancaku itu
yen mbengi nongkrong, begadang,
gitar2an, utawa mendem ciu nganti esuk. Uripe ngalong, soalnya pagi dan siangnya
dipake khusus untuk
micek alias tidur nyenyak.
Tak dinyana, tak disangka
lha kancaku malah
ngasih wejangan soal
driji alias jari2, terutama jari tangan. Mungkin petuahnya hampir
gak ada yang hebat, apalagi
yen kita lihat dia itu
cuman wong sing urip ora jelas, hobi
mendem dan maksiat. Tapi waktu aku
nyoba mikir agak lebih serius,
koyone wejangan koncoku itu ada benernya. Terutama
bener jika kita kaitkan dengan budaya. Dia bilang
begini ..."Kamu tahu gak, jari2 tangan kita itu adalah gambaran dari hidup kita? Kalo kita sering pake salah satu jari, maka yaa kita itu bisa punya sifat yang serupa. Soalnya jari2 kita itu masing2 punya sifat "paling". Bisa paling baik maupun paling jelek."- Jempol alias ibu jari itu yang punya sifat paling baik. Kita selalu pake jari itu kalo ingin mengungkapkan sesuatu yang bagus dan baik. Kalo di tanah Sunda, kita juga sering lihat orang pakai jempol untuk menunjukkan arah … supaya lebih sopan.
- Telunjuk, itu jari yang punya sifat tegas dan pasti. Kita akan pakai telunjuk untuk menunjukkan sesuatu secara lebih pasti. Jari ini juga dipakai untuk menarik tuas peledak pada senapan atau pistol.
- Jari tengah …. Nahh ini kayaknya jangan sering2 dipakai. Soalnya jari ini adalah jari yang paling "nakal" … nakal segalanya. Nakal karena sering dipake untuk melentingkan puntung rokok sembarangan. Nakal juga karena bisa dipake untuk kepentingan "kilik-kilik dari bawah". Wis pokoke nakal lahh jari ini!
- Jari manis … opo yo? Agak susah membayangkan dan memikirkan sifatnya. Soalnya jari ini hampir tidak berguna apa2 kecuali dipake untuk memetik salah satu senar gitar, atau untuk canthelan cincin. Ada yang lain gak? …. Jari yang lain sih ada.
- Kelingking …. Lha kalo yang ini bisa digolongkan sebagai temennya jari tengah yang nakal itu. Sekalipun demikian kelingking cenderung kurang nakal. Tapi dia bersifat kemproh alias jorok banget. Gimana gak jorok, lha wong dia itu paling seneng masuk2 ke lubang tubuh yang biasanya ada kotorannya. Contohnya: ngupil di lubang hidung, ngorok2 lubang kuping, kadang juga dipake untuk silit. Hiiii …. Nggilani!!!
Nahh sekarang terserah sampeyan saja. Sampeyan mau percaya crito ini monggo. Mau gak percaya … yaa monggo juga. Asal jangan sampe sampeyan menukar-nukar fungsi jari2 itu. Soale akan jadi kacau. Bayangkan saja kalo sampeyan ngupil pake jempol, pasti irunge sampeyan lubangnya akan membesar gedhe banget.
poto sikil di atas
dijupuk soko kene