Wis suwe gak nulis di blog ini. Kasihan juga
kalo ditinggal kelamaan.
Poro sedherek sedoyo, mumpung ini masih di awal bulan Syawal 1432 H, aku mau
ngucapken ...
Minal Aidin wal Faidzin, mohon
dimaafken segala bentuk kesalahanku sama para pembaca sekalian, baik yang disengaja maupun tidak lahir dan batin. Semoga ini bisa diterima ... tapi
kalo gak diterima juga
gak opo2.
Naah posting kali ini aku mau
nyeritain soal perjalanan libur Lebaran bersama
anak bojoku. Sebuah perjalanan yang melelahkan, tapi cukup mengasyikkan (minimal buat kami sekeluarga). Dan bisa dikategorikan
sebagei liburan 4M (
murah meriah muntah-muntah).
Begitu selesai urusan Sholat Ied,
salam-salaman,
mangan kupat sayur gulai
gerusan pepaya muda plus opor ayam dan oseng2 kentang, pete dan ati-ampela ... langsung kami sekeluarga siap2 meluncur ke tempat liburan. Beberapa hari
sak durunge kami sudah mikir2 utk
nyoba liburan ke daerah Kabupaten
mBandung dan Kabupaten Sukabumi. Semuanya harus diupayakan bersifat 4M, maksudnya supaya
gak menjebolkan dompet dan
simpenan.
Kawah Putih dan sekitarnya

Begitu tiba waktunya, kendaraan
pinjeman (
gratisan) pun segera dinyalakan. Barang2 yg dibutuhkan selama liburan dimasukkan semua ... dan
juuusssss ... langsung meluncur ke arah tenggara
nJakartee. Jalurnya
yaa jalur biasa mudik, lewat JORR (
Jakarta Outer Ring Road), terus
nyambung dengan Tol Jakarta-Cikampek di gerbang Cikunir, terus
nyambung lagi dengan Tol Padalarang-Cileunyi. Berhubung masih buta arah, maka menjelang
mBandung segera tanya2
poro konco via SMS.
"Bagusnya keluar tol di Baros-Cimahi aja. Terus tinggal tanya2 sama orang tentang jalur alternatif ke Soreang atau Ciwidey. Jalannya sih kecil, tapi cukup jelas dan yang gak bakal kena macet di Kota mBandung", begitu kira2 jawaban SMS dari
koncoku.
Setelah berkendara sekitar 3-4 jam,
akhire nyampe juga di tujuan, yaitu Kecamatan Ciwidey, Kabupaten
mBandung. Berhubung hari sudah
malem, maka setelah makan nasi goreng di warung, kami langsung menerima tawaran
nginep di sebuah rumah di desa terdekat dengan kawasan wisata Kawah Putih. Letaknya berada tepat di tepi jalan aspal antara Ciwidey-Kawah Putih. Di luar dugaan ternyata rumah yang disewakan
semalem ini adalah rumah dengan fasilitas
top markotop. Bahkan fasilitasnya melebihi kondisi
omahku dhewe. Ada 2 kamar, 3
tipi (salah satunya berukuran 29"), sofa, kompor gas
made in Italy, dan bisa parkir kendaraan di halaman lagi.
Wihiii ... gak nyangka babar blas ternyata kami bayarnya
mung Rp 300.000 saja!! Maka tidur pun jadi lelap,
kemulan dan tentu saja
ngorok ... hehehe 
.
Besoknya ... pagi2
banget, setelah
nyarap mie instan masak
dhewe, kami langsung meluncur ke Kawah Putih. Tetap
pake pilihan 4M. Sengaja
gak mau bawa kendaraan langsung ke kawah, tapi ikutan
"ontang-anting" yang bayarnya murah.
Ontang-anting kuwi adalah mobil wisata kecil (sejenis angkot) yang terbuka dindingnya, tapi
kalo hujan dindingnya
pake plastik. Anakku ternyata senengnya bukan main naik kendaraan ini. Mungkin mereka membayangkan seperti gelantungan jadi
kernet bis antar kota ...
hehehe 
.
Kawah Putih
pancen oye tenan pemandangannya. Jalan menanjak menuju kawah kita bisa
liat hutan tropis pegunungan asli Jawa Barat. Di beberapa tempat juga bisa
liat pohon2
Eucalyptus sp.
sing godongnya bisa
dipake sebagai bahan baku minyak kayu putih. Kawahnya sendiri
uindaaahhhnya pooll, terutama saat pagi hari. Warna putih tentunya dominan. Warna dari air dan lumpur vulkanik yang berbau belerang. Di sini kita bisa
liat dekat gimana bentuknya kawah gunung berapi itu. Tapi
yaa gak sampe dengan asap
kemebul dan lumpur panas seperti di Lapindo
atao Kawah Merapi. Sementara bagian tepinya ditumbuhi sama pohon2 kerdil
Cantigi (
Vaccinium varingiaefolium) yang berdaun kemerah2an dan batangnya liat berlekuk-lekuk. Ini adalah jenis tumbuhan khas di tipe hutan pegunungan (
sub alpine).
Selesai di Kawah Putih, rombongan keluarga Moes Jum pun segera menuju ke obyek wisata lain di sekitarnya, yaitu Danau Situ Patengan dan pemandian air panas Walini. Danaunya sih lumayan bagus
sebenernya, karena berjarak
gak jauh dari Kawah Putih. Tepian danau juga masih terjaga dengan hutan2 alami. Sayangnya ini danau
gak terpelihara dengan baik, mirip obyek2 wisata lain di
Indonesahh. Sampah masih bertebaran di mana2. Obyeknya sendiri
gak terlalu spesial yang ditawarkan kecuali
numpak prahu dan
blonjo oleh2

. Ini juga mirip dengan pemandian air panas Walini. Pemandian yg semestinya asik dan seru jadi kotor dan penuh
menungso koyok cendhol wae. Tapi kedua pilihan obyek wisata ini
yaa memang begitu adanya. Yen arep wisata 4M
yaa kudu siap sama hal2 seperti ini ...
hehehe.
Perjalanan keluarga Moes Jum di daerah Ciwidey ini akhirnya ditutup dengan kunjungan
metik buah
setroberi sing terkenal
kuwi. Buah ini memang bukan asli
Indonesahhh. Tapi ini sudah terkenal dan banyak
disenengi orang. Begitu kendaraanku
mandeg di samping kebun, anak-anakku langsung berebutan keluar, dulu2an
metik buah
sing abang2 warnane kuwi. Berhubung dana-
ne terbatas, mereka cuma berhasil memetik 1 kilo
stroberi.
Soale miturut sing punya kebun harganya Rp 40.000 sekilo
kalo mau
metik sendiri.
Dusun Sukagalih sumber air Sukabumi

Ini perjalanan liburan kedua, setelah pulang dari Ciwidey. Keluarga Moes Jum rupanya belum puas sama yang namanya liburan. Harus ada satu tempat liburan lagi yang (tentunya) menawarkan 4M. Piliran
lokasine adalah sebuah dusun kecil di pinggiran
alas Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.
Ngunjungi tempat ini tidak lain
amargo ceritane konco2, pengalaman pribadi, plus postingan di blog
Kampung Halimun.
Keluarga Moes Jum menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari
mBogor nan Indah
Permei melewati jalur Kampus IPB Darmaga, Ciampea, Cibungbulang, Cemplang, Leuwiliang, Karacak, Puraseda, perkebunan teh Cianten, dan Desa Cipeuteuy. Kondisi jalan lumayan bervariasi, dari jalan aspal mulus, aspal bolong2
sampe jalan berbatu alias makadam (Cianten-Sukagalih). Jalannya naik dan turun dengan tingkat
gronjalan yang tidak dalam kategori parah. Yang dilewati dalam perjalanan
yaa kampung2, perkebunan teh, kebun masyarakat dan
wis temtu alas kawasan Halimun.
Berhubung keluarga ini tergolong keluarga
ndeso, jelas pilihan
lokasine jadi tepat.
Jenenge wong ndeso yo pasti
seneng karo perkampungan sederhana, sepi, udara dingin, kabut, sawah, kebun, dan
miline aliran
banyu kali di hulu sungai. Pilihan aktivitasnya
yaa keceh dan
kungkum ning kali sing bening,
dolanan prahu2nan pake ban dalam, renang2an, dan
golek iwak pake serok (tangguk bambu). Tambahannya adalah
metik lombok abang (cabe keriting), mancing belut, ikut
nyemplung dan mandi lumpur di sawah, masak2 pinggir kali,
ngasih makan
wedhus alias kambing, dan buat
"kolecer".
Kolecer itu sebenarnya
kitiran alias baling2 bambu yang jadi mainan khas
wong Sundo di sini.
Gak cuman anak kecil tapi juga orang dewasa.
Kalo orang dewasa
yaa bikinnya
kolecer ukuran besar. Maklum di sini kan di gunung, jadi anginnya banyak ...
Sukagalih memang top. Dusun ini sedang disiapkan jadi kampung wisata.
Soale masyarakatnya berhasil menjaga sumber mata air di sana.
Banyu alias
cai alias air
pancen sudah jadi hal paling utama di Sukagalih.
Saking banyaknya dan bagusnya kualitas air di sana,
sampe PDAM Kabupaten Sukabumi juga
melu2 ngambil sumber airnya dari sini. PDAM
nyambung pipa2 besi langsung dari salah satu sumber utama di Sungai Citamiang. Sungai ini adalah anak sungai dari Sungai Citarik
sing terkenal
dadi lokasi wisata arung jeram itu.
Berlibur
nang Sukagalih ternyata
pancen pilihan liburan 4M yang tepat. Asal
sampeyan mau liburan bergaya
ndeso dan sederhana, di sini lah tempatnya. Untuk
nginep (seperti keluarga Moes Jum),
sampeyan cukup
mbayar Rp 25.000 per kamar.
Nginepnya langsung di rumah2 penduduk, tidak ada penginapan khusus. Untuk makan
sampeyan bisa menikmati makanan lokal
sing sederhana (terutama menu sambel ikan asin) yang harganya terjangkau (Rp 15.000).
Kalo sampeyan mau
pake guide, yang ada
silaken ajak orang kampung untuk
nganter dan bayarnya
cuman Rp 30.000/hari.
Setelah menghabiskan 2 malam
nginep di Sukagalih, keluarga Moes Jum pun kembali pulang ke
mBogor nan Indah
Permei dengan hati puas

.
Sampeyan sendiri pada liburan kemana??